Berbuat baik kepada orang tua


oleh : Mina Halimatus Sa’diah 

dari buku : Bahagia itu bukan nanti kalo, tapi bahagia itu sekarang dengan

 

Ini adalah salah satu perniagaan yang tidak akan merugi. Nilainya, dibawah kita berbuat baik kepada agama Allah. Sama, tidak akan pernah rugi.

Satu kisah yang saya dapatkan hari ini,

Seorang anak gadis, dia ingin sekali berusaha untuk membahagiakan ibu dan bapaknya di kampung. Maka iapun menyisihkan sebagian dari uang dari gajinya untuk dikirimkan ke orang tuanya. Bulan berganti, tahun demi tahun berlanjut. Sang anak gadispun berniat untuk melangsungkan pernikahan dengan seorang lelaki pilihannya. Si gadis merasa bingung dengan acara pernikahan. Karena dananya yang terbatas. Keuangan ibunya di kampung, tentulah tidak seberapa, ia tahu betul pekerjaan orang tuanya. Maka iapun memutuskan untuk mengadakan acara nikahnya cukup di KUA saja. Namun Ibu dan ayahnya ingin mengadakan pesta syukuran atas pernikahan anaknya.

“bu, kita adakan nikah sederhana saja. Asal semua syarat dan rukun terpenuhi” kata si gadis

“nak, apa kamu tidak ingin diadakan acara sukuran walimah?” Tanya Ibunya

“bukan tidak mau bu, setiap orang pasti ingin merayakan pernikahan yang hanya satu kali dilangsungkan dalam hidupnya. Tapi kan, tidak boleh juga bu, menunda-nunda pernikahan gara-gara alasan tidak syar’i” jawab sang anak gadis sambil tersenyum

“nak, kita adakan sukuran walimahan. Ibu dan bapak punya banyak uang” saran Ibu dengan penuh ketegaran

“memang ibu punya uang dari mana?” tanya si gadis

“ selama ini, uang yang kamu kirim ke ibu dan bapak, kita simpan. Alhamdulillah ibu masih punya uang untuk memenuhi semua kebutuhan di rumah. jadi uangnya masih ada, dan tidak berkurang sepeserpun, bahkan tidak jarang bapak dan Ibu menambahkan” terang sang ibu

“MasyaAllah bu….” tak kuat sang anak berkata. Airmatanya berlinang dan perlahan menetes.

“ibu…..”

“Insya Allah lebih dari cukup nak, bahkan berlebih”

“ibu…..”

“nah lebihnya itu, bisa untuk modal usaha kamu dan suamimu nanti setelah menikah. Berhentilah bekerja di perusahaan orang lain. Mulailah membuat perusahaan sendiri dengan uang sisa nikah nanti. Ibu dan bapak, menghadiahkan kembali uang itu. Untukmu dan keluargamu. Semoga berkah”

***

Setelah 5 tahun berumah tangga. Suami istri itu kini telah memiliki perusahaan sandal yang produknya sangat di gandrungi di pasar Eropa. Sehingga pesanan terus melonjak, dari 12.000 pasang, menjadi 240.000 pasang. Asalnya satu pabrik, menjadi dua pabrik, menjadi tiga pabrik hingga akhirnya memiliki kawasan industri sendiri. Hebatnya lagi, dia berdayakan semua anggota keluarga, agar semua menjadi makmur, bukan dirinya saja. Inilah bukti berbuat baik kepada orang tua itu. Menjadi berkah.

***

Siapa yang paling menyayangi kita di dunia setelah Allah dan Rosulullah. Dialah Ibu Bapak kita.

Mari kita kirim doa untuk mereka. Al-faatihah…

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s