BEKAM ITU,,,,


Bekam Menurut Sunnah Oleh : Abu Nidaa Thoe Rasulullah SAW adalah teladan terbaik yang dianugerahkan Allah SWT kepada umat manusia. Keteladanannya mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk pula aspek kesehatan dengan mengamalkan ilmu pengobatan bagi diri beliau sendiri dan menyarankan agar digunakan oleh orang lain. Di dalam ilmu pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW terdapat hikmah yang mendalam yang terkadang kita lupakan, di mana kita lebih sering mendahulukan pengobatan dari Barat dalam mencari penyembuhan. Padahal Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya pada diri Rasulullah SAW terdapat teladan yang baik.” “Wahai orang-orang beriman, sambutlah seruan Allah dan Rosul, ketika menyeru kalian kepada apa yang menghidupkan kalian.” (Al-Anfaal [8] : 24) “… Apa saja yang dibawa seorang Rosul kepadamu maka ambillah, dan apa saja yang dilarangnya, maka tinggalkanlah…” (Al-Hasyr [59] : 7) Salah satu ikhtiar mencari penyembuhan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah melakukan bekam. Secara bahasa bekam berarti “menghisap.” Hajjaam artinya orang yang menghisap lubang alat bekam. Kata kerjanya adalah hajama-yahjimu atau yahjumu. Mihjam dan mihjamah artinya “alat bekam,” bisa alat untuk menghisap darah, untuk mengumpulkan darah, maupun untuk menyayat dalam proses pembekaman. Jadi definisi bekam menurut bahasa adalah menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan kulit dengan suatu alat, guna untuk mengeluarkan darah darinya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara, yaitu dengan meminum madu, dengan pembekaman, dan dengan besi panas. Dan aku melarang umatku menggunakan pengobatan dengan besi panas.” Dalam buku Ath Thibbun Nabawi Ibnu Qoyyim mengutip Abu Abdillah Al Mazani, bahwa madu yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah zat yang bersifat sebagai pencahar, sedang bekam dilakukan untuk mengeluarkan darah kotor. Apabila cara-cara tersebut belum berhasil, maka digunakan pengobatan dengan besi panas. Wallaahu a’lam. Begitu pentingnya mencari kesembuhan melalui bekam sehingga penghuni langit selalu mengingatkan Rasulullah SAW ketika beliau Isra’. Beliau SAW bersabda, ” Setiap kali aku melewati sekelompok malaikat pada malam Isra’, pasti mereka berkata, ‘Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk melakukan bekam.'” (HR. Ibnu Majah) Dari Ibnu Ummar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan, ‘Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam. Karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al kist, dan syuniz.” DR. Muhammad Musa Alu Nashr mengomentari hadits-hadits di atas sebagai berikut : “Karena bekam memiliki nilai yang sangat agung dan pengobatan dengannya merupakan penyembuhan dari segala macam penyakit, khususnya jika dilakukan tepat pada waktunya, maka para malaikat telah mewasiatkannya kepada Rasulullah SAW. Malaikar mewasiatkan kepada beliau sebagai bentuk kasih sayang kepada umatnya agar mereka selalu menggunakannya.hal ini menunjukkan kepedulian para malaikat dan kecintaan mereka kepada umat ini. Oleh karena itu mereka dengan tulus menyampaikan nasehat agar menggunakan bekam.” Malaikat adalah makhluq Allah yang sangat patuh, tidak pernah membangkang, dan tidak pernah berdusta. Tentunya nasehat mereka untuk berbekam merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan begitu saja oleh umat ini. Bahkan pada suatu kesempatan Rasulullah SAW sendiri mencontohkannya denga melakukan bekam pada diri beliau sendiri. Anas bin Malik RA menceritakan, “Dahulu Rasulullah SAW pernah berbekam pada bagian pundak dan dua pelipis beliau.” (HR. Abu Dawud) Dari Ibnu Abbas RA bahwa, “Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak tiga kali, yaitu sekali pada pelipisnya dan dua kali pada pundaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam satu hadits yang telah terkenal, Rasulullah SAW melakukan bekam terhadap diri beliau sendiri dan para sahabat mengikutinya, yaitu ketika beliau dan sahabat diracuni oleh seorang perempuan Yahudi. Abdur Razzaq menyebutkan dari Ma’mar, dari Az Zuhri, dari Abdur Rahman bin Ka’ab bin Malik, bahwa seorang perempuan Yahudi menghadiahkan seekor kambing yang sudah dimasak di Khaibar kepada Nabi SAW. Beliau SAW pun bertanya, “Apakah ini?” Wanita itu menjawab, “Hadiah.” Wanita itu khawatir kalau mengatakan ‘ini sedekah’ maka beliau SAW tidak akan memakannya. Maka Rasulullah SAW menyantap sebagian daging tersebut. Para sahabat juga ikut menyantapnya. Tiba-tiba beliau SAW bersabda, “Hentikan!” Kemudian beliau bertanya kepada wanita itu, “Apakah engkau membubuhi racun di daging ini?” Wanita itu balik bertanya, “Siapa yang memberitahumu tentang hal itu?” Beliau SAW menjawab, “Tulang ini.” Beliau menunjuk kaki kambing yang masih berada di tangannya. Wanita itu mengaku, “Memang demikian.” Beliau bertanya lagi, “Mengapa engkau lakukan itu?” Wanita itu menjawab, “Aku ingin jika engkau berdusta, maka orang-orang akan enyah darimu. Tetapi, jika engkau benar-benar seorang Nabi, makanan itu tidak akan membahayakanmu.” Akhirnya Rasulullah SAW meminta dibekam pada bagian pundaknya di tiga titik, dan memerintahkan sahabat untuk berbekam juga. Namun sebagian di antara mereka meninggal dunia. Demikianlah, pada bekam terdapat kesembuhan, yang pada hadits di atas telah menyelamatkan Nabi SAW dari kematian karena dilakukan dengan cara pengobatan dan pada saat yang tepat. Adapun pada sahabat yang terlanjur memakan daging yang beracun dan terlambat dilakukan pembekaman, maka takdir kematian tidak bisa ditolak. Pada hadits-hadits yang lain Rasulullah SAW juga menunjukkan bahwa beliau mempraktekkan bekam untuk pengobatan beliau, di antaranya adalah ketika beliau merasa pusing, atau pada saat kaki beliau terkilir. Benarlah yang telah beliau sabdakan, bahwa “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” Malik RA telah meriwayatkan dalam Al Muwaththo’, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada yang bisa mencapai penyakit, maka bekam pun bisa mencapainya.” Demikianlah tinjauan sunnah Rasulullah mengenai bekam. Wallaahu a’alam.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s