DICINTAI ATAU MENCINTAI, MANA YANG TERINDAH???


dicinta lebih indah dari mencintai_? saat Allah mencintai hambaNya dengan ujian, sering hambaNYa tidak menerimakan, tidak suka dengan ujian itu, tidak sabaran, padahal itu jelas sedang dicinta, laa roiba fiih.

saat orang tua mencintai anaknya dengan nasihat-nasihat, kadang anak marah dengan nasihat tersebut, tidak menerimakan….

saat sang guru mencintai muridnya dengan memberi tugas-tugas, wejangan, kadang sang murid menggerutu, mengucapkan sumpah serampah, mendoakan yang tidak baik bagi gurunya tersebut.

saat sang kaka mengingingatkan adiknya karena sayang, ingin adiknya ada dalam keistiqomahan, kadang adiknya tidak dapat menerima cinta tersebut, bahkan balik memarahi dan mencaci maki kakanya.

mencinta lebih indah dari dicintai_? mencintai dari sebelah pihak, tanpa ada sambutan, nampaknya ini tidak akan abadi.
Allah sangat sayang kepada seluruh hamba-hambaNYa, tapi saat hambaNya tidak menerimakan cinta Allah, dan dia mendzolimi orang lain dan dirinya sendiri, maka cinta Allah itu akan berubah menjadi murka, laknat, adzab.. naudzubillahi min dzalik, robbana dzolamna anfusana, waillam tagfirlana watarhamna lanakunanna minal khosiriin.

dan dalam hablumminanas, tidak sedikit, orang yang “cintanya tulus”, jika tidak dibalas, maka awal akhir, dia akan “pergi” meninggalkan orang yang disayangi tersebut. tidak jarang kita lihat, orang yang menyayangi banyak disakiti, didzolimi, dibuat putus asa, dan lain sebagainya

saling mencintai__? ini yang indah dan terindah:)
Allah mencintai hambaNYa, dan hambaNyapun menyambut cinta Allah tersebut, amatlah indah. meski tidak sebanding, namun tetap indah:)….1 cinta hamba=1000 cinta Allah. 1 langkah hamba=1000 langkah Allah, 1 pinta hamba=1000 kabulan dari Allah, subhanallah.

hablumminannasnya, saat orang tua mencintai anaknya, maka mereka memberikan segalanya, mengusahakan semaximalnya, hingga tidak mempedulikan urusan dirinya, yang penting keinginan anaknya tercapai. saat anaknya membalas usaha yang begitu besar itu dengan hanya ungkapan…”
mah, pa,,terimakasih ya atas kasih sayangnya, semoga jadi amal jariah mamah dan bapa dihadapan Allah, maaf, anakmu ini belum dapat membalas, dan kalaupun dibalas, tidak akan terbalaskan. saking banyaknya usaha yang mamah dan bapa lakukan. doakan supaya saya jadi anak yang solih/ah, yang dapat memuliakan mamah dan bapa di dunia dan akhirat. mah, pa,,ada surga disana yang Allah sediakan bagi orang-orang yang menjaga titipanNya, dan titipan Allah itu adalah anakmu ini. maka mamah dan bapa, layak mendapatkan surga itu:)”
dengan ungkapan itu saja, maka yakin seyakin-yakinnya, orangtua merasa bahwa usahanya telah terbalaskan, dan tidak perlu balasan lain. meski anaknya belum melakukan apapun, hanya memberi doa saja. padahal sudah jelas, dari sejak menikah hingga detik ini, orangtua terus mendoakan keturunannya, tak terhingga, tak terbilang aliran doa-doa itu.

saat dua orang saling mencintai (karena Allah)__? ini tidak kalah indahnya. saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menolong dalam kesusahan, saling berbagi saat mendapati, saling mencintai saat dicintai. di dunia mereka senang, di akhiratpun Allah berikan naunganNya, Allah berikan surgaNya:).

Allahu A’lam,
yu,,,sama sama saling mencintai karena Allah, kita yang meniatkan, dan Allah yang menyempurnakannya:)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s